22.12.08

Gigiku sudah 6


Menginjak usia 13 bulan, gigi Einzel semuanya sudah berjumlah 6 buah. Empat buah gigi di atas dan dua buah gigi di bawah.

Kalau tertawa atau teriak, gigi-gigi Einzel keliatan. Lihatlah pose Einzel di acara kawinan Om Gus Mul dan Tante Dini.

18.12.08

Ku Akan Menjagamu…



Anda masih ingat gambar Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) yang berlari-lari di sekitar Pak Harto saat mendiang presiden kedua kita berkuasa? Kisahnya, saat itu Pak Harto akan mengemudikan motor gede kesayangannya, dan di belakangnya tampak Paspampres setia mengawal, bahkan berlari saat motor ini sudah jalan. Saat motor itu makin melaju, mereka berlari semakin kencang, seolah-olah para tentara pilihan ini menjaga anak kecil yang baru belajar naik sepeda…

Begitulah kira-kira perasaan seorang ayah terhadap anaknya. I wish Anda yang baca posting blog ini adalah seorang ayah. Atau Ibu. Atau at least punya ponakan kecil. Bayangkan anak-anak kesayangan kita sedang belajar berjalan. Itulah yang hari-hari ini saya lakukan. Persis seperti Paspampres membentengi Suharto agar tidak nggeblak, begitulah saya menjaga Einzel agar tidak jatuh tanpa topangan di sela keriangannya memanfaatkan kaki sebagai anugerah yang baru disyukurinya.

Seorang ayah rela membayar apapun demi kesenangan dan kesehatan anaknya. Begitu si kecil, apalagi itu adalah darah dagingnya sendiri, tertawa, maka si ayah akan gembira. Baik tersenyum kecil, atau malah ikutan ngakak.

Ketika sang anak sakit, si ayah akan berujar dalam hati, “Nak, if only I could replaced your suffering. Seandainya saya bisa menanggung rasa sakit yang kamu rasakan. Kalau boleh, penderitaan itu jadi milik saya. Jangan kamu, anakku…”

Seorang ayah harus bersikap seperti seorang komandan paspampres menghadapi keinginan presiden. Senang atau sedih, sibuk atau senggang, dia harus menjawab lantang kala sang anak membutuhkannya, mengajaknya bermain atau berjalan-jalan, “Siap Komandan…”

Tak ubahnya reffrein lirik lagu “Dik” dari kelompok musik “Wali”..

“Ku akan menjagamu
Di bangun dan tidurmu
Di semua mimpi dan nyatamu
Ku akan menjagamu
Tuk hidup dan matiku
Tak ingin, tak ingin kau rapuh…”

8.12.08

Wow, Einzel Siaran Radio


Einzel sedang mencoba headphone yang biasa digunakan ayah untuk mengedit berita radionya. Semula Einzel iseng ngotak atik notebook lalu mulai iseng meminjam headphone karena mendengar ada suara di salah satu peralatan siaran ayah.

Layaknya penyiar, Einzel mulai ngoceh dengan bahasa bayi. Ya, sedikit geli ya mas …..

Biasanya ayah mengajak mahasiswanya bertandang ke radio-radio di jakarta, apa sekarang Einzel yang mulai pengen tahu soal radio ya ?

7.12.08

Rawat Gigi Sejak Bayi



Wah, ternyata tidak mudah ya mengajar bayi seusia Mamas Einzel menggosok gigi sejak usia dua belas bulan. Padahal, mengajar anak merawat giginya sejak dini itu penting, lho…

Pakar Pergigian dari Klinik Pergigian Dr Halina, Dr Halina Haron, berkata kebanyakan ibu bapa memandang remeh cara dan tahap penjagaan gigi anak mereka. Tak heran apabila gigi susu yang sepatutnya mula longgar pada usia enam tahun mengalami kerosakan dan terpaksa dicabut seawal usia tiga tahun.
“Pembentukan gigi bayi sebenarnya bermula di peringkat janin. Oleh itu, pengambilan makanan ibu terutama kalsium ketika hamil sangat penting kerana ia mempengaruhi pembentukan gigi dan janin itu sendiri,” katanya.

Sangat penting seorang ayah dan ibu mengajar anak mengenai penjagaan gigi sejak kecil. “Ajar mereka menggosok gigi mengikuti jadual setiap pagi dan malam. Pastikan ibu bapa juga menjaga gigi dan jika bisa lakukanlah bersama anak,” katanya.

Mengapa seorang anak dapat mengalami masalah pada giginya?


a) Pembersihan gigi yang tidak betul menyebabkan kewujudan plak atau lendir selaput gigi yang menyebabkan gigi cepat rusak. Pembersihan efektif dan teknik yang betul sangat diperlukan.

b) Rampant cariers (kerusakan gigi menyeluruh)
Kerusakan gigi susu yang menyeluruh dapat disebabkan karena tak adanya kebiasaan menggosok gigi sejak kecil. Ditambah pula dengan kebiasaan memakan makanan yang terlalu banyak mengandungi gula tetapi tidak membersihkan gigi selepas makan.

c) Menghisap puting, susu botol atau menghisap jari. Pastikan kanak-kanak tidak menghisap puting atau menghisap jari. Kebiasaan ini akan mengganggu pembentukan tulang rahang dan boleh menyebabkan giginya jongang. Jika anak menghisap susu botol, pastikan puting susu dijauhkan dari mulut ketika dia tidur.

Panduan untuk ayah dan bunda:
a) Sejak usia dua setengah tahun, bawa anak ke doktor gigi walaupun dia tidak berhadapan dengan masalah gigi. Jangan tunggu sampai giginya sakit karena itu akan membuatnya meninggalkan ‘pengalaman ngeri’ terhadap doktor gigi. Kunjungan pertama ke dokter gigi tanpa ada masalah atau kerusakan pada gigi akan membuat si kecil suka dan menyenangi dokter gigi.

Kunjungan pertama ini cukup sekadar pemeriksaan dan membiasakan dia duduk di kursi perawatan (dental chair) tanpa pikiran apapun. Kunjungan berikutnya saat si kecil berusia enam bulan untuk perawatan ‘fissure sealant’ sejenis tampalan pencegahan di permukaan gigi yang berlekuk supaya makanan tidak terkumpul di situ. Baru pada kunjungan ketiga untuk memperbaiki masalah/kerusakan pada gigi, jika ada.

b) Jadikan kunjungan ke doktor gigi sebagai ‘family outing’. Anak-anak cenderung untuk meniru sikap ayah dan bunda, sehingag rasa takut, trauma dan gemetar pada doktor gigi akan hilang dengan sendirinya.

c) Jika anak menikmati makanan manis, ajar dia untuk membersihkan gigi setelah makan, atau sebaiknya kurangi saja makanan manis.

d) Obat-obatan untuk anak selalu mengandung gula. Kalau anak sakit dan mendapat resep dokter, kalau bisa minta obat yang kadar gulanya sedikit. Jika tidak, berikan dia segelas air putih setelah minum obat untuk membersihkan gula yang mungkin melekat di celah-celah gigi.

e) Ajar anak memilih makanan kecil \yang kurang gula. Makanan yang manis elok diberi selepas waktu makan (mealtimes) dan bukan antara waktu makan. Air liur pada waktu makan akan membantu membersihkan dan menaturalkan gula dalam mulut.
Sumber: Berita Harian

30.11.08

Antara Stasiun Kota – Kramat

Einzel memasuki stasiun kota di kawasan kota tua Jakarta. Gedung stasiun kota terletak di Jl. Pintu Besar Utara, tepat berseberangan dengan halte busway Kota. Stasiun ini merupakan salah satu stasiun kereta api tertua di Jakarta. Bangunan ini didesain tahun 1915 untuk menghubungkan jalur transportasi Jakarta dengan kota-kota lain di Jawa.  Biasanya stasiun kota dikenal dengan Stasiun Beos yang artinya perhentian terakhir dari Bataviasche Oosterspoorweg Maatschappij di jalur Bekasi – Karawang.

Memasuki stasiun, rencananya akan naik kereta ekspres jurusan Bekasi. Kereta ini dianggap ayah dan bunda lebih nyaman daripada KRL ekonomi. Saat itu, arloji Ayah menunjukkan pukul 11.25. Wah, Einzel harus segera sampai rumah mau maem siang. Sayang, jadwal kebedatangan kereta ekspress jam 12.30. Dengan terpaksa, ayah membeli 2 tiket KRL ekonomi.Menggunakan KRL sebagai angkutan massal murah merupakan pertama bagi Einzel. Kebetulan deket rumah ada stasiun Kramat, salah satu perhentian KRL jurusan Bekasi.

Sebenernya Bunda dah mulai khawatir melihat calon penumpang yang banyak. Uhh, panas juga sampai keringat netes. Ketika kereta datang, Einzel digendong ayah naik kereta. Waduh, ada barengan orang buta yang menuntun orang cacat yang merupakan peminta uang receh di gerbong. Diantara kerumunan penumpang, Einzel tidak rewel.

Mata Einzel seakan menjelajahi gerbong terakhir KRL itu sambil dipangku ayah. Wah, kalau kayak gini Bunda gak mau ambil kamera takut kecopetan deh. Ada anak seumuran Einzel yang digendong ibunya menyapu gerbong demi uang receh.

Sepanjang perjalanan, Einzel mendengarkan rombongan pengamen yang membawa peralatan gitar banyak. Ah, bising … belum lagi wajah-wajah penumpang yang menakutkan.

Tiba-tiba ayah mengajak kami turun di stasiun Kramat. Sayang, gerbong kami tidak kebagian peron. Kami meloncat dari gerbong. Yah, beginilah angkutan massal murah seharga Rp 1500. 

17.11.08

Einzel Masuk Istana




Ladies and gentlemen… Mamas Einzel masuk Istana Kepresidenan!

Di tangga inilah, di tangga tempat foto para menteri era Sukarno, juga pada Kabinet Pembangunan Nasional zaman Pak Harto, Kabinet Reformasi Pembangunan zaman Habibie, Kabinet Persatuan Nasional era Pak Dur, Kabinet Gotong Royong era Ibu Mega dan Kabinet Indonesia Bersatunya Pak Beye... di trap yang sama para pembantu presiden itu tegak berdiri usai dilantik..

Di tangga inilah Mamas berdiri, hehehe..

Saat ini, Istana Kepresidenan di Jakarta menjadi salah satu tempat wisata favorit setelah Presiden Yudhoyono membuka Istana untuk masyarakat umum dengan tidak dipungut biaya pada setiap Sabtu dan Minggu pukul sembilan pagi hingga empat sore.

Istana Kepresidenan di Jakarta terdiri dari dua gedung yakni Istana Merdeka yang menghadap Monas dan Istana Negara yang menghadap Jalan Veteran. Secara keseluruhan, Indonesia memiliki lima istana kepresiden yang tersebar di lima lokasi yakni Jakarta, Bogor, Cipanas, Yogyakarta, dan Tampaksiring Bali.

Nah, 16 November Minggu siang kemarin Mamas Einzel keliling istana, bersama rombongan komunitas penulis wikimu.com, nonton film yang dipandu Ibu Ani Yudhoyono lalu keliling-keliling ruangan Istana Merdeka, ruang Credential, Jepara Room, Gazebu, dan lain-lain

Siap grak, inilah calon menteri dalam dekapan bunda...

16.11.08

Asyik Banyak Mainan





Kado Ulang Tahun Einzel hampir semua mainan, padahal Ayah dan Bunda tidak mengadakan acara apa-apa.

Ada kado dari Bulik Dini dan Tante Cynthia yang hampir mirip dengan truk pemberian ayah bunda. Kado berbentuk mobil dan kereta api lengkap dengan sound lagu anak-anak juga terdapat puzzle sederhana berbentuk bunga, bundar, segitiga dan huruf.

Einzel sempet sibuk dengan puzzle, saking sibuknya sampai tidak nangis ketika ditinggal ayah bunda sibuk dengan kerjaan domestik.

Mainan ini masih belum Einzel kuasai. Berbeda dengan donat-donatan yang sudah Einzel kuasai untuk dimasukkan ke dalam satu stick sesuai urutan ukuran. Karenanya, Einzel mau belajar puzzle dulu yah

15.11.08

Naik Busway di Jakarta


Menginjak usia setahun, Bunda mengajak Einzel naik Busway di jalanan ibukota alias TransJakarta. Busway adalah sebuah sistem transportasi bus cepat atau Bus Rapid Transit di Jakarta. Sistem ini sama dengan model sistem TransMilenio yang sukses di Bogota, Kolombia.
TransJakarta Busway merupakan sarana angkutan umum massal dengan moda Bus di mana kendaraan berjalan pada lintasan khusus yang berada di sisi kanan jalan. Menggunakan sistem tertutup di mana penumpang dapat naik turun hanya pada halte dengan sistem tiket sekali jalan ataupun berlangganan dengan mekanisme prabayar.

Kata Bunda, Busway hanya berhenti di halte yang disediakan, semacam stasiun kalao kereta api. Untuk menuju dan meninggalkan halte, disediakan fasilitas penyeberangan orang yang landai, petugas keamanan pada setiap halte, jadwal waktu perjalanan dan juga tidak adanya pedagang kaki lima baik di halte maupun jembatan penyeberangan kecuali pada tempat-tempat yang telah ditentukan.

Mencoba mencicipi moda transportasi massal ini, Einzel hanya sama Bunda naik busway dari halte Pasar Genjing Pramuka menuju Blok M transit di halte Dukuh Atas. Busway koridor 4 Dukuh Atas-PuloGadung terhitung lama tidak seperti koridor 1 Blok M – Kota yang setiap 3 menit lewat. Kata keneknya memang armadanya lebih sedikit.

Pertama kali naik busway, Einzel protes. Sumpek dan panas seperti dendeng. Ternyata AC di busway kali ini memang lagi agak rusak. Setelah pindah ke koridor 1, Einzel bisa nyaman dengan AC yang bagus, penumpang sedikit. “ Ah, tidur dulu ah sembari nikmati dinginnya busway,” kata Einzel dalam bahasa bayi. Ah ,ternyata kenyamanan Busway masih harus terus ditingkatkan. Bagaimana Bang Foke ?

Ikut Maem ah …..





Jika ada yang makan deket Einzel, bisa dipastikan akan direcokin. Einzel suka ikut makan alias ngrecokin makan.

Liat saja, Einzel sedang ikut makan ketika melihat Bunda lagi makan nasi kuning. Tangan kanannya ikut memegang sendok. “Ammmm, ah ada satu butir nasi yang masuk ke mulutku,” kira-kira begitu kata bocah berusia setahun itu.

Ketika Einzel masih di dalam perut, Bunda memang terhitung seneng ngrecokin makannya Ayah. Waktu hamil trisemester pertama, Bunda susah makan. Bisa makan kalau satu piring dengan ayah. Ya itu tadi, ngrecokin makan …

Bukan hanya makan, Einzel suka merebut gelas yang akan disruput ayah bunda. “ Aku mimik,” teriak Einzel, jika sudah bisa ngomong kali ya ……

14.11.08

Einzel 1st B'day




Jum’at 14 November 2008

Mamas Einzel berulangtahun pertama…

Acaranya bagi-bagi nasi kuning dan potong tart di rumah…

Mamas dapat kado flashcards dari mbak Farah samping rumah dan mobil-mobilan lucu dari Tante Cynthia dari United Communications, kantornya bunda..

Mamas sendiri beri kado kalau Einzel sekarang semakin lincah dalam usaha berjalan dan ngoceh, seiring makin banyaknya gigi yang thukul..

Ayah bunda berdoa, “Happy B’day Mamas Einzel. Lekas gede, panjang umur, dan sehat selalu ya…”

11.11.08

Rodeo Sapi Hijau

Suatu malam, ayah dan bunda keliling mal untuk mencari pesanan CD tante Heda Bailey (Ausie). Salah satu toko “ Kids Park” yang ada di mal itu menarik perhatian. Iseng masuk toko untuk melihat koleksi mainannya. Maklum saja, kalau ayah dan bunda jalan-jalan lebih tergoda melihat pernak-pernik untuk Einzel.

“ Siapa tahu ada sesuatu yang menarik untuk ulang tahun Einzel,” pikir ayah dan bunda kala itu. Ketika mata tertuju pada kuda, sapi, dan guguk warna-warni, ayah dan bunda mulai tertarik. Ada sapi hijau yang terbuat dari bahan karet dan berisikan udara rasanya nyaman bila diduduki anak seusia Einzel. Setelah mengobok-obok gudang, ayah dan bunda menemukan sapi hijau yang masih bersih.

Sesampai di rumah, Einzel sudah bobok. Bunda mencuci dulu sapi hijau karena mau menghilangkan bau karet. Bunda membayangkan Einzel naik sapi hijau itu. “ Lucu kali ya,” gumam bunda kala itu.

Tiba-tiba, Einzel bangun dari tidurnya dan minta keluar. Ah, tau juga anak ini emaknya memikirkannya. Dengan rasa kantuk, sejenak Einzel duduk di sapi hijaunya. Paginya, Einzel kembali naik sapi hijau. “ Ngeeeennggg,” katanya dengan bahasa bayi. Ah, Einzel ternyata seneng naik sapi hijau seperti seorang rodeo.

Itu kado ulang tahun dari ayah dan bunda ya mas ….

6.11.08

Dorong Yuk, Dorong...




Setting: Blog ini dibuat kala ayah berendam di sebuah warnet di Medan, saat sedang kangen ama Mamas Einzel, sementara di kamera digital ayah masih ada gambar Mamas belajar berjalan…

Iya tuh, Mamas ternyata punya cara unik dalam meningkatkan kemahirannya untuk berjalan, mungkin mengejar target menjelang 1st birthday, 14 November mendatang…

Kini, seusai “mamam” (baca : makan dalam bahasa bayi), Mamas Einzel minta turun dari sepeda gajah kesayangannya dan memilih mendorongnya sampai ke rumah…

Jadinya, posisi Mamas mendorong sepeda itu dari tempatnya terakhir mamam dengan amat bersemangat. Ibarat mobil, Einzel mengendalikan gajah duduknya itu langsung pakai persneling empat dan lima...

Semangat pantang menyerah dan seolah memberi target tertentu pada diri sendiri ini mengingatkan saat Einzel masih berusia 3 bulan di ranjangnya di Yogya dan memiliki tekad kuat untuk menmbalik-balikkan badannya; belajar tengkurap! Sampai akhirnya, usaha mengharukan itu membuahkan hasil juga, setelah mendesak-ndesak
miring hampir setengah hari penuh.

Hehe… happy walking learning, Einzel, lekas bisa ya…

Miss u Mamas Einzel and Bunda Celi

12.10.08

Kecipak-kecipung





Mamas Einzel kalau lagi dimandiin bunda senang banget bermain air, kecipak-kecipung sambil teriak-teriak riang...

5.10.08

Like Father Like Son...






hayo, mana yang lebih seksi?

Awas, Undang-Undang Pornografi mau disahkan lho...

Merangkak dengan Gembira







Dunia, lihatlah, Mamas Einzel lagi seneng-senengnya merangkak...

one.. two.. three.. four, five.... langsung duduk tegak...

1.10.08

Goes Katedral...




Sehari menjelang Idul Fitri 1429 H, Einzel ayah dan bunda mengajak Mamas ke Gereja Katedral di Jakarta Pusat. Gereja tua yang berhadapan langsung dengan Masjid Istiqlal ini bukan hanya bersejarah bagi perkembangan umat Katolik di Indonesia, tapi juga bagi ayah dan bunda. Tujuh bulan sebelum menikah pada 2006 lalu, ayah dan bunda menjalani pre wedding session di Gereja Katedral bersama fotografer Om Hendra Suhara.

Di Katedral, Einzel bertemu turis Jepang, bule, serta sempat berdoa di depan lilin serta ke Goa Maria di komplek Katedral. Hii.. mulanya Mamas sempat takut pada beberapa sisi gereja yang gelap, lalu gumun menyaksikan orang berdoa dengan menyalakan sebatang lilin baru. Tapi lama-lama, Mamas suka berjalan-jalan di Katedral dengan sepatu baru yang dibelikan ayah dan bunda di Atrium Senen, pekan lalu.

O ya, Gereja Katedral Jakarta memiliki nama resmi Gereja Santa Maria Pelindung Diangkat Ke Surga atau De Kerk van Onze Lieve Vrouwe ten Hemelopneming. Gedung gereja ini diresmikan pada 1901 dan dibangun dengan arsitektur neo-gotik dari Eropa, yakni arsitektur yang sangat lazim digunakan untuk membangun gedung gereja beberapa abad yang lalu.

Gereja yang sekarang ini dirancang dan dimulai oleh Pastor Antonius Dijkmans dan peletakan batu pertamanya dilakukan oleh Provicaris Carolus Wenneker. Pekerjaan ini kemudian dilanjutkan oleh Cuypers-Hulswit ketika Dijkmans tidak bisa melanjutkannya, dan kemudian diresmikan dan diberkati pada 21 April 1901 oleh Mgr. Edmundus Sybradus Luypen, SJ, Vikaris Apostolik Jakarta.

Katedral yang kita kenal sekarang sesungguhnya bukanlah gedung gereja yang asli di tempat itu, karena Katedral yang asli diresmikan pada Februari 1810, namun pada 27 Juli 1826 gedung Gereja itu terbakar bersama 180 rumah penduduk di sekitarnya. Lalu pada tanggal 31 Mei 1890 dalam cuaca yang cerah, gereja ini pun sempat roboh. Satu lagi catatan, pada malam natal, 24 Desember 2000, gereja ini menjadi salah satu lokasi yang terkena serangan ledakan bom.

Wisata di Situ Lembang




Di tengah kritik tajam bahwa Jakarta kering dengan daerah resapan air maupun lahan terbuka hijau, Mamas Einzel memanfaatkan waktu liburan lebaran dengan berkunjung ke Situ Lembang, Menteng, Jakarta Pusat.

Situ Lembang amat menarik, karena merupakan sebuah danau di pusat Jakarta, di tengah-tengah perumahan elit para pejabat dan kedutaan besar mengelilinginya Di situ Mamas senang, bisa merangkak-rangkak di rumput, berfoto bersama Dinosaurus dan memandang air mancur yang tiba-tiba berjoget pada setengah jam setelah kedatangan Mamas.

Sebagai sebuah area publik, Situ Lembang layak menjadi referensi tempat nongkrong di tengah padatnya ibukota. Karena itu, selain sebagai arena ngabuburit dan tempat meeting point anak muda, tak salah bila lokasi ini kerap menjadi sarana pengambilan gambar film, misalnya. Selain itu, di Situ Lembang juga terkenal dengan jajaran penjual nasi gila, nasi goreng ala betawi yang dicampur dengan bumbu khas dan sayur mayur campur aduk.

22.9.08

Menumpuk Donat, Melatih Logika




Ada banyak mainan Mamas Einzel. Mulai aneka replika satwa, bola, mobil-mobilan, dan juga tumpukan donat dengan bola kecil di atasnya.

Khusus mainan donat ini, ayah dan bunda membelinya di Pasar Gembrong, itu tuh… bursa pasar mainan murah buat anak di kawasan Jl. Basuki Rahmat, Prumpung, Jakarta Timur, tak jauh dari under pass Casablanca arah ke Pondok Kopi.

Harga donat-donatan ini murah, tak sampai 15 rebu rupiah, tapi manfaatnya ini lho.. Seorang anak yang belum sampai setahun seperti Mamas Einzel akan berlatih menumpuknya, sesuai besaran masing-masing donat yang berbeda warna itu. Di ujungnya juga ada bola plastik kecil yang dilubangi, sehingga membuat Mamas Einzel penasaran, ini diapain ya, kok bisa melekat kenceng banget, hehehe.. Ia baru puas kalau sudah bisa melepas bola kecil oranye itu.

Pada dasarnya, otak kepala manusia terbagi dua bagian besar. Otak kiri, mencakup hal-hal bersifat hapalan dan pelajaran seperti matematika, biologi. Sedangkan otak kanan merupakan tempat imajinasi, kreativitas, estetika dan inovasi dari anak dikembangkan.

Nah, otak kiri inilah yang coba dilatih pada Mamas Einzel dengan merunut logika bagaimana menata donat-donatan plastik dari yang diameternya terkecil sampai yang terlebar. Baru di atasnya ada aturan diberikan bola kecil yang mancep sebagai stupanya.

Bukankah semua pembelajaran harus dimulai dari hal kecil. Dan, satu lagi, tidak mesti mahal, kan?

15.9.08

Odong-odong



First experience gives first sensation. Ungkapan itu juga yang dirasakan Mamas Einzel saat kali pertama mencoba odong-odong yang mengitari kawasan Percetakan Negara VI.

“Huahhhh….” Mamas begitu takut saat duduk di odong-odong model motorbike. Tangannya seolah tak mau lepas dari pelukan bunda. Tapi, setelah diyakinkan ayah, bunda dan tukang odong-odong bahwa keadaan aman, akhirnya Mamas mau juga duduk di situ, sembari musik berputar, ”Tik, tik, tik, bunyi hujan, di atas genting...”

Odong-odong adalah alat transportasi di Jakarta dan sekitarnya yang hanya melayani penumpang khusus, yaitu penumpang anak-anak. Odong-odong punya trayek khusus, yaitu hanya melayani trayek seputaran komplek atau seputaran lingkungan di mana anak-anak itu tinggal. tapi ada juga odong-odong ketika ‘narik’ malah statis, alias tidak bergerak. Seperti yang dirasakan Mamas ini. Menyewa odong-odong untuk berputar statis, dengan ongkos seribuan rupiah sekali tarik, untuk durasi sekitar tiga menitan.

Odong-odong menggunakan tenaga si abangnya, alias tenaga kayuh, tapi ada juga odong-odong yang bermesin motor, atau bahkan menggunakan mesin mobil. Bodynya biasanya hasil rakitan, terdiri dari bangku-bangku berjejer, atau memakai model-model tertentu seperti motorbike, bebek, kuda boneka, model komidi putar, dan lain-lain.

Di Jakarta, ternyata odong-odong ini sudah menjadi bisnis tersendiri, di mana pembuat dan penarik (baca:pengemudi) nya bisa mendapatkan omzet yang lumayan. Anak kecil butuh hiburan murah-meriah, abang-abang pengangguran butuh pekerjaan yang mudah dan halal. Jakarta, oh Jakarta...

8.9.08

Ine Melihat Blog



Akhirnya datang juga ….. Ine melihat Einzel di blog alias virtual. Ine atau ibunya bunda melihat blog mamas di komputer di sekolahnya di Jogja. Kebetulan di sekolah Ine telah terpasang komputer baru sekaligus hotspot area.

“ Wah, ini bisa terus melihat foto-foto baru ku ya,” bundanya Einzel bergumam. Harapan ayah bunda, biar uyut, simbah, om, bulik di Jogja, Surabaya, Malang, dan dimana-mana bisa melihat Einzel. Cukup klik blog !

Maklum, Ine gak ngerti apa itu internet. Ups …. Maaf.
Kalo kangen Einzel liat ajah blog ya Ine ….

Ayah Bunda selalu update kok