7.7.09

5 hari di Pulau Dewata






Einzel baru kembali dari Pulau Dewata, berlibur bersama rombongan rekan-rekan ayah. Kali ini, Einzel masih peserta termuda alias paling cilik diantara anak-anak lainnya. Eits, jangan salah, kecil-kecil tapi tingkahnya sudah buat orang-orang tertegun. Dari yang berlarian di area halaman hotel yang luas, suka mencetin tombol-tombol di kamar hotel, sampai say hello kepada siapa aja yang dia jumpai. Ada juga yang bilang, " anak sekecil ini sudah sadar kamera ya,". Saya rasa ini ada benarnya juga, ada beberapa session photo yang Einzel sok-sok bergaya. Guaya banget deh ....

Sewaktu makan di Ubud, dengan pedenya Einzel menggoda bule-bule yang sedang asyik makan. Belum lagi kejahilannya menggoda monyet. Eits, hampir saja, dia digigit.

Tapi, kenapa Einzel takut air ya. Main di laut aja gak berani. ayo mas, maen di laut lagi .....

17.6.09

International Citizenship


Mamas Einzel emang suka bikin jealous. Di saat kedua orangtuanya baru mencecap pengalaman naik pesawat di usia 25 tahunan, Einzel sudah merasakannya saat usia 13 bulan.

Begitupula untuk urusan lain. Ayah Jojo baru pegang paspor umur 24 tahun. Bunda Celi bikin paspor saat 26 tahun. Nah, ini Einzel belum 2 tahun sudah memegang buku yang mutlak dimiliki seorang warganegara kalau ingin bepergian lintas batas itu.

Selasa, 16 Juni lalu, nyaris seharian, Einzel, Ayah, dan Bude mengurus paspor di Kantor Imigrasi Tangerang. Saat difoto, Mamas mesti dipancing dengan melihat boneka yang dimainkan petugas Imigrasi bagian foto. Mamas juga tidak harus diambil cap jari atau tandatangan, karena memang belum bisa. Cukup distempel bertuliskan ”Unable Sign”. Kata Pak Imigrasi, tandatangannya nanti kalau perpanjangan paspor dan sudah duduk di bangku SMP.

Kata Ayah sih, Mamas Einzel perlu punya paspor, apalagi bayi sebelum umur dua tahun bisa naik pesawat dengan cuma bayar infant alias sepuluh persen. Kan murah banget tuh.

Tapi, mas, omong-omong, kok pakai acara ngurus paspor, ada rencana mau jalan-jalan ke mana, sih?

Lil Gerrard





Little Gerrard in action...

You'll never walk alone, son!

31.5.09

Horses in our House





Ternyata di kawasan tempat tinggal kami di Mencong, Ciledug, banyak juga kuda-kuda berkeliaran. Mereka ini adalah kuda yang dikaryakan pemiliknya sebagai sarana wisata, baik sebagai kuda tunggangan, maupun dikemas menjadi delman alias andong yang keluar-masuk perumahan, mencari para penghuni nan rindu suasana udik.

Mamas Einzel memanfaatkan itu. Bersama Ayah di Sabtu siang, sementara Bunda sibuk berendam dengan laptop membereskan kerjaannya, kami menemani pak kusir berkeliling Mahkota Simprug Estate, cukup 5 rebu perak selama sekitar 10 menit...

Sepulang dari naik delman, Mamas Einzel suka sekali menirukan gaya pak kusir mengendalikan tali kekang kuda. Kakinya menghentak-hentak tanah dengan tangan seperti memegang tali yang ditarik kencang-kencang dan berujar, “Cccck... cccck....”

Duuuh, latahnya...

24.5.09

Pangkas Rambut Mamas Einzel






Pertengahan Mei ini, kali pertama Mamas Einzel cukur rambut di Jakarta, setelah pada Januari lalu pangkas rambut di sebuah barber shop di Yogyakarta. Sebelumnya kan yang menggunting rambut Einzel selalu “mbok-mbok pijet bayi” itu.

Awalnya, Mamas takut dan bingung saat menghadapi meja cukur di kawasan Mencong, Ciledug, ini. Tapi akhirnya ia enjoy dan kembali bergaya camera face.

Makin ganteng ya, nak, hehe…

12.4.09

Mamas Einzel Berkebun






Einzel selalu aktif dalam banyak hal positif. Termasuk saat ikut repot bersama bunda Celi merawat taman kecil kami di rumah Mahkota Simprug. Lihatlah gayanya membawa cethok, bermain tanah dan menyiangi pakis kodok, serta aneka tanaman milik bunda lainnya.

Bagi Einzel, tak rela relanya melihat orangtuanya sibuk sementara dia hanya berpangku-tangan saja. Tak hanya membantu menyapu lantai atau menjemur baju, tapi juga nyemplung ke taman yang membuatnya belepotan tanah ini.

Sepertinya, ia membuktikan sebuah tagline iklan deterjen, “Berani Kotor itu Baik,” hehe…

23.2.09

Sim Sim Terima Kasim...

Mamas Einzel menikmati Odong-Odong.. "Sim sim terima kasih sim Simpak daun rambutan tan Tanduk ular mati ti Tikus main diloteng teng Tengok ayam bertelor lor Lori jalannya maju ju Jual minyak wangi ngi Ngitung duit seperak..."`