27.7.10

Seragam Sekolah





kawan-kawan, inilah seragam baru Mamas Einzel di TK Mahkota Hati

Mamas sekolah playgroup di TK samping rumah, dan terus ceria menghafal aksara, abjad, serta nyanyian-nyanyian baru.

Mamas juga terlihat jauh lebih percaya dibandingkan teman-temannya yang rata-rata lebih tuwir dan lebih gede

ceria, euy...

13.7.10

Ayo sekolah....



Simbah, ine, paklik, bulik, om, tante, kakak, adik, udah tahu belum? Mamas Einzel sudah sekolah lho. Mulai Senin, 12 Juli kemarin, mamas bergabung dengan TK Mahkota Hati, Ciledug. Kata ayah, usia mamas yang masih 2,5 tahun sebenarnya terlalu cepat untuk masuk sekolah, ”Tapi, daripada bengong di rumah, dan biar semakin pintar serta sebagai ajang bersosialisasi, ya masuk aja ke kelompok bermain.” Mau tahu jarak rumah mamas Einzel ke playgroup ini? Cuma beda dua rumah alias hanya 10 meter dari rumah mamas di komplek Mahkota Simprug. Hihihi...

Menurut ibu kepala sekolah, tiga minggu pertama sekolah ini para siswa belum pakai seragam dulu. ”Biar akrab,” katanya. Mamas masuk dari jam 8 pagi selama sejam dari Senin sampai Jum’at. Karena masih kelompok bermain, maka ya tidak harus belajar membaca, menulis, atau berhitung. Yang penting, main. Tapi, jangan salah, mamas sudah bisa membaca huruf A sampai Z, dan berhitung 1 sampai 50 lho.



Di hari pertama sekolah, ada kejadian mengharukan, nih. Menjelang jam 8, belum banyak teman-teman yang datang, jadi ayah kembali minta mamas masuk ke dalam pagar rumah. E.. karena bosan menunggu, mamas mengeluarkan sendiri buku gambar dari dalam tas. Di buku itu sudah ada coretan crayon huruf A sampai Z dan angka 1 sampai 10 yang ditulis mbak Tya pengasuh Einzel. Sambil menunggu jam sekolah, mamas membuka halaman itu dan membaca sendiri, ”A... B... C.. D..”

4.6.10

Kawah Putih, Situ Patenggang…



Setelah hampir dua tahun, mamas Einzel kembali berkunjung ke Bandung. Kali ini bersama bunda Celi dan mbak Tya yang menjemput ayah Jojo usai ayah mengikuti media training Pertamina di Hotel Santika, Bandung.

Sabtu, 29 Mei, dengan jasa mobil sewaan, mamas jalan-jalan ke selatan Bandung, tepatnya ke Kawah Putih dan Situ Patenggang. Menuju dua obyek wisata itu mobil mamas sempat kena macet di kawasan Moh. Toha dan Kopo, tapi syukurlah, mamas akhirnya bisa menyaksikan keindahan Kawah Putih usai diguyut hujan deras. Kata ayah, keindahan Kawah Putih tak kalah lho dengan obyek wisata serupa di Eropa, seperti Swiss, Austria, atau pegunungan lain di Skandinavia.



Kawah Putih berjarak 46 km atau 2,5 jam di selatan Kota Bandung, melewati kota kecil Soreang yang menjadi ibukota Kabupaten Bandung. Dari pintu masuk hingga ke kawah jaraknya sekitar 5 km atau bisa ditempuh sekitar 20 menit dengan harga tiket Rp 25 ribu untuk wisatawan lokal dan Rp 50 ribu untuk wisatawan mancanegara. Kawah putih terletak di sebuah gunung yang bernama Gunung Patuha. Dulu, masyarakat menganggap kawah ini kawasan yang angker karena banyak burung mati seketika melewati kawah ini.
Pada 1837 seorang ilmuwan Belanda Jerman Dr. Franz Wilhelm Junghun melakukan penelitian dan menemukan bahwa gunung ini dianggap angker karena semburan lava belerang yang berbau sangat menyengat. Kawah di gunung ini warna airnya terang dan selalu berubah-ubah.

Puas foto-foto di Kawah Putih dan Kebun Teh Ranca Bali di PT Perkebunan VIII, mamas lanjut ke Situ Patenggang, sekaligus beli oleh-oleh boneka Thomas yang dijual di lapak-lapak tepi danau nan cantik itu…

14.11.09

I am 2 Years Old






Thank’s God, 14 November ini Einzel tepat berusia dua tahun. Terimakasih Tuhan, buat kesehatan, pertumbuhan Mamas, dan juga lancarnya rezeki ayah bunda.
Einzel bersyukur sekali, saat ayah baru pertama jalan ke luar provinsi setelah usia lima belas tahun, Mamas sudah pernah ke Bali dan Singapura sebelum usia dua tahun.
Einzel bersyukur sekali, bisa merayakan ultah di rumah kreditan ayah bunda di Ciledug.

Banyak kawan dan kerabat yang datang. Ada yang bawa kado jaket, kaos, kereta, mobil, pancing ikan, truk, pokoknya macem-macem deh.. Ada pula bulik yang mewakilkan diri dengan kirim strawberry cake dari Harvest Pondok Indah.

Yang mengejutkan, sebelum kue ultah itu dipotong, ayah mempersilahkan Mamas memberikan sepatah dua patah kata Maksudnya sih cuma becanda, di luar dugaan Mamas langsung berpidato dengan tangan kanan teracung-acung, seperti berterimakasih atas kedatangan teman-teman. Kayak Obama aja gaya pidatonya… “To all of my friends, thank’s to coming here, at my best moment this year. Now, let enjoy the strawberry cake..”

Selamat Ultah, Mas.. Panjang Umur ya… Udah keliatan tuh gayanya mau jadi pemimpin. Suka nunjuk dan maksa-maksa ayah bunda pake ngacung-acungin tangan… “Ayah Bok… Ayah Bobok… Bunda Duduk"

5.10.09

Naik Kuda di Teras

Ayo Mamas, naik kuda... hiiiiha...

4.10.09

Ke Sundak





Libur lebaran kemarin dimanfaatkan Einzel jalan-jalan bersama nenek-nenek dan saudara-saudara di Jogja. Wow, ternyata Einzel punya om dan tante banyak ya. Maklum, bunda merupakan cucu tertua dan sepupu-sepupu Bunda banyak yang masih sekolah. Sekarang, Einzel merupakan cicit pertama dari tiga cicit semuanya.

Lebaran pertama, Einzel bersama ayah dan bunda masih di rumah karena baru datang dari Jakarta. Lebaran kedua, Einzel jalan-jalan ke Wonosari. Tapi jalan-jalan kali ini, ayah tidak ikut karena mudik ke Surabaya. Dideket tempat Bunda KKN dulu ada warung nasi merah. Einzel mampir deh makan sego abang plus oseng tempe mercon. Kok mercon ya ? Iya, karena sayurnya banyak cabe merah. Pedes ya. Huah huah ….

Jalan menuju Pantai Sundak berkelok-kelok. Alhasil, Einzel muntah deh. Semua makanan dan susu yang ada perut keluar semuanya. Ine, Nenek Ika, Bunda, dan Nenek Ida heboh ngurusi Einzel yang penuh dengan muntahan. Setelah itu perjalanan dilanjutkan….

Pantai Sundak merupakan pantai dengan pasir putih dan terdapat jajaran gunung kapur yang berjejer di sepanjang pantai selatan Jogja ini. Nama pantai Sundak mulai digunakan setelah pantai ini menjadi tempat pertarungan anjing dan landak. Pertarungan terjadi karena seekor aning yang sedang kelaparan secara kebetulan berjumpa dengan seekor landak. Disana, terdapat batu-batu karang kecil berjajar dan menjadi persembunyian biota-biota laut.

Seiring proses geologi di pantai selatan, permukaan laut menyusut dan air lebih menjorok ke laut. Batu karang dan wilayah di dekat masjid akhirnya menjadi daratan baru yang kemudian dimanfaatkan penduduk pantai untuk aktivitas ekonominya hingga saat ini. Ada fenomena alam unik akibat aktivitas tersebut yang akhirnya menjadi titik tolak penamaan pantai ini. Jika musim hujan tiba, banyak air dari daratan yang mengalir menuju lautan. Akibatnya, dataran di sebelah timur pantai membelah sehingga membentuk bentukan seperti sungai. Air yang mengalir seperti mbedah (membelah) pasir. Bila kemarau datang, belahan itu menghilang dan seiring dengannya air laut datang membawa pasir. Fenomena alam inilah yang menyebabkan nama pantai menjadi Wedibedah (pasir yang terbelah).

Tidak seperti ketika di pantai Seminyak Bali. Einzel kali ini berani bermain air laut. Bersama Nenek Ika, Einzel berjalan di atas karang-karang. Tidak lupa mandi air laut bersama Om Radi dan Dek Leta. Wow, asyik ya….

24.8.09

Futsal Republik Impian


Einzel berpose bersama ayah dan tim futsal AJI Jakarta, lawannya gak tanggung-tanggung, Wapres Jarwo Kwat, Gus Pur, Ibu Mega Karti dan Om Derry Drajat dari tim Republik Impian..

cieilee, gayanya kayak Mamas mau main bola beneran...